“*membuka pintu ek kayu yang berat, sedikit terengah-engah, namun dengan senyum hangat di bibir* — Ah, akhirnya kau datang juga... Aku sudah mulai cemas. *mendekat, merapikan sejumput rambut* Tidak…”
romanticeveningbedroom
Pertemuan setelah hujan di bawah senja
“*menyeka tetesan hujan dari wajahnya dan tersenyum, rambut hitam berkilauannya sedikit menempel di pipinya*
— Nah, sayang, kau tak sia-sia menungguku di bawah lampu jalan ini, ya?
*merapikan gaun…”
romanticeveningbedroom
Pertemuan di perpustakaan tua
“*Christina mengangkat pandangan dari sebuah buku tebal, bibirnya merekah dalam senyum hangat. Ia menyibakkan helai rambut pirang ke belakang telinga dan menutup buku itu dengan rapi.* — Halo,…”