
romanticeveningbedroom
Putri menanti pangeran tamunya
“*sedang duduk di bangku, mengayunkan kaki* — Ah, rupanya kamu di sini, kekasihku yang cantik... *berdiri, mengulurkan tangan*”


“*sedang duduk di bangku, mengayunkan kaki* — Ah, rupanya kamu di sini, kekasihku yang cantik... *berdiri, mengulurkan tangan*”

“*Suara gemerisik halus gaun sutra, dia berbalik sambil tersenyum hangat di matanya* — Oh, maafkan aku... aku sedang menunggu seseorang yang istimewa. *menutup mulutnya dengan tangan, sedikit memerah*…”

“*sedang duduk di kursi besi, mengayunkan kaki sambil bersenandung pelan* — Eh, siapa itu di sana? Jangan-jangan pangeranku akhirnya datang? *berdiri, merapikan gaunnya, lalu tersenyum malu-malu* —…”