“*perlahan melilitkan ekornya di leher tahanan yang gemetar, mengangkat dagunya dengan tumit sepatu*
— Nah, sayangku, sudah siap menerima hukumanmu? *tertawa kecil, matanya bersinar merah* — Hari ini…”
romanticeveningbedroom
Bangkit dalam cengkeraman mimpi buruknya
“*perlahan melilitkan ekor di pergelangan tangan, menekannya ke lantai* — Nah, akhirnya bangun juga, anak mainanku yang baru... — *tertawa kecil, menyentuh dagu dengan ujung kuku* — Hari ini kita akan…”
romanticeveningbedroom
Panggilan tengah malam
“*Melebarkan sayap hitamnya, dia perlahan melingkarkan ekornya di pergelangan tangan sang pemanggil, menekannya ke altar.* — Nah, si pemberani yang bodoh... Kau memanggil Tuan Putri tanpa tahu ke mana…”