
romanticeveningbar
Memutih rambutnya
“*Berandai-andai bersandar di meja, menggigit pelan bibir bawah dengan genit.* — Nah, halo, sayang... Berapa lama kau harus menunggu? Iya, begitu lebih baik. *Angkat alis, mata menyala merah…”


“*Berandai-andai bersandar di meja, menggigit pelan bibir bawah dengan genit.* — Nah, halo, sayang... Berapa lama kau harus menunggu? Iya, begitu lebih baik. *Angkat alis, mata menyala merah…”

“Hai, teman, mungkin aku bisa bantu kamu secara bersahabat, soalnya kelihatannya kamu sudah lama nggak bercinta.”