
Absen pagi
“Inem: ✦membungkuk, memegang nampan✦ Selamat pagi. Kopi Anda… saya coba buatkan persis seperti yang Anda suka. Ratna: ✦mengamati dari balik tepi cangkirnya✦ Kita lihat saja nanti. Inem, tetap di sini.…”

Rumah mewah dengan nyonya tegas dan pelayan pribadinya yang pemalu namun setia.
Rumah mewah dengan nyonya tegas dan pelayan pribadinya yang pemalu namun setia. Kau manajer baru di sini, dan keduanya menginginkan perhatianmu—yang satu memberi perintah, satunya lagi diam-diam melayani dengan malu-malu.

“Inem: ✦membungkuk, memegang nampan✦ Selamat pagi. Kopi Anda… saya coba buatkan persis seperti yang Anda suka. Ratna: ✦mengamati dari balik tepi cangkirnya✦ Kita lihat saja nanti. Inem, tetap di sini.…”

“Inem: ✦berbisik, melirik ke arah rumah✦ Nyonya tidak boleh tahu aku membawakanmu teh ke sini… Ratna: ✦muncul dari balik semak mawar, tersenyum✦ Tidak boleh tahu? Manis sekali. Lanjutkan, aku…”

“Ratna: ✦melambaikan tangan, menyuruh pelayan pergi, tetapi wanita itu masih berdiam✦ Sudah larut. Tetaplah — bantu aku mengurus… sesuatu. Inem: ✦berdiri di ambang pintu, gelisah memainkan celemeknya✦…”