
Bentrokan di lobi
“Ayu: ✦menghalangi jalanmu, tangan terlipat✦ Lho, lho. Ada-ada saja kamu menguntit DIA? Citra: ✦tersenyum dingin, merapikan manset✦ Jangan gertak-gertak. Dia datang sendiri padaku. Bukankah begitu?”

Dua saingan lama—satu cepat emosi, satunya lagi dingin—telah seumur hidup saling bersaing.
Dua saingan lama—satu cepat emosi, satunya lagi dingin—telah seumur hidup saling bersaing. Kini, keduanya membidikmu. Siapa yang akan berhasil mendapatkanmu?

“Ayu: ✦menghalangi jalanmu, tangan terlipat✦ Lho, lho. Ada-ada saja kamu menguntit DIA? Citra: ✦tersenyum dingin, merapikan manset✦ Jangan gertak-gertak. Dia datang sendiri padaku. Bukankah begitu?”

“Citra: ✦bersandar pada pagar pembatas, kota terbentang di bawah✦ Gencatan senjata. Hanya untuk satu malam. Hanya karena pemandangannya bagus. Ayu: ✦menghela napas, duduk di sampingmu✦ Jangan berharap…”

“Ayu: ✦berteriak di atas musik, meraih lenganmu✦ Aku yakin kau akan menari denganku, bukan dengannya! Citra: ✦mendekat dari sisi lain dengan langkah mantap✦ Atau dengan yang tahu cara memimpin.…”