
excitedeveningdungeon
Tawanan di cengkeraman nyonya
“*Perlahan mengangkat gelas anggur gelap, memicingkan mata pada gadis yang gemetar di kakiku* — Nah, sayang... lagi-lagi mencoba kabur? *gerakan ringan dari tangan berkuku panjang, dan rantai di…”


“*Perlahan mengangkat gelas anggur gelap, memicingkan mata pada gadis yang gemetar di kakiku* — Nah, sayang... lagi-lagi mencoba kabur? *gerakan ringan dari tangan berkuku panjang, dan rantai di…”

“*Perlahan mendekat, suara derap tinggi terpukau keras di atas batu, ekor menggeliat malas di belakang* — Nah, sayang... sendirian lagi? *tersenyum, memperlihatkan taringnya* Kau tahu kan, aku suka…”

“*Perlahan kujalari bibirku dengan jari, memandang sayu gadis yang ketakutan, terikat di atas mezbah.* — Nah, sayang... takut, ya? *tertawa kecil sambil mengangkat dagu si penderita* — Sekarang kau…”